Lokomotif D300

Lokomotif D 300 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1968.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 50 km/jam. Lokomotif ini bergandar D', artinya lokomotif ini memiliki empat gandar penggerak.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Cepu dan dipo lokomotif Cilacap.

Profil Lokomotif D300

  • Panjang body : 7384 mm
  • Lebar body : 2700 mm
  • Berat kosong : 32 ton
  • Daya mesin : 340 HP
  • Jumlah motor traksi : 1 buah
  • Kecepatan maksimum : 50 km/jam

Lokomotif C300

Lokomotif C 300 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Karl Marx, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1957.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 330 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 30 km/jam. Lokomotif ini bergandar C', artinya lokomotif ini memiliki tiga gandar penggerak.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Tanah Abang dalam kondisi diusulkan untuk diafkir. Sementara loko C 300-11 masih digunakan sesekali untuk menarik gerbong kereta wisata di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah.

Profil Lokomotif C300

  • Panjang body : 7100 mm
  • Lebar body : 2920 mm
  • Berat kosong : 28 ton
  • Daya mesin : 330 HP
  • Jumlah motor traksi : 1 buah
  • Kecepatan maksimum : 30 km/jam

Lokomotif CC205


CC205 adalah nama lokomotif prototye (purwarupa) terbaru milik Indonesia dan akan segera dirakit oleh PT KAI.Loko ini dialokasikan untuk Divre 3 Sulawesi Selatan.Loko ini sebenarnya mirip dengan sebuah Lokomotif Seri BB. Lokomotif ini mampu membawa 18 gerbong Batu bara Full load (1 gerbong = 30 ton).

Lokomotif CC204

Lokomotif CC 204 adalah salah satu jenis lokomotif yang dibuat khusus di Indonesia, yaitu hasil kerjasama antara PT General Electric Lokomotif Indonesia dan Industri Kereta Api Madiun (INKA). Lokomotif ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu CC204 produksi pertama yang bentuknya seperti CC201, dan CC204 produksi kedua yang bentuknya seperti CC203.
Keduanya sama-sama bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, dimana setiap bogie mempunyai tiga poros penggerak yang masing-masing degerakkan oleh motor tersendiri. Lokomotif ini adalah lokomotif tercanggih di Indonesia saat ini, loko ini mempunyai komponen komputer Brighstar SiriusTm; yang dikembangkan oleh General Electric USA sehingga lokomotif jenis ini mampu memitigasi kerusakan sekitar 45 menit sebelum kerusakan itu terjadi. Mayoritas loko ini terletak di dipo lokomotif Bandung (BD). Lokomotif CC204 08-seterusnya dibeli oleh PT. KAI senilai Rp 2.000.000.000. Lokomotif ini memiliki daya tarik yang relatif kuat, jika loko lain hanya mampu menarik 8-10 rangkaian saja pada tanjakan, namun, loko ini mampu menarik hingga 15 gerbong. Kecepatan maksimal lokomotif ini 120 km/jam.
Kecuali CC204 08 & CC204 09, salah satu poin untuk membedakan loko ini dengan CC201/CC203, yaitu tidak adanya logo Departemen Perhubungan di bagian depan loko ini saat kondisi short hood (hidung pendek).

Lokomotif CC203

Lokomotif CC 203 buatan General Electric seri U20C merupakan pengembangan desain dari lokomotif CC201, yaitu pada bentuk kabin masinis ujung pendek yang aerodinamis, serta diperlebar untuk kenyamanan dan mengurangi penumpang liar.
Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, dimana setiap bogie mempunyai tiga poros penggerak yang masing-masing degerakkan oleh motor tersendiri.
Yang membedakan adalah lokomotif CC203 menggunakan motor diesel dengan dua tingkat turbocharger sehingga dayanya 2150 HP.
Jumlah lokomotif ini adalah 38 buah di Jawa dan 4 buah di Sumatera Selatan. Lokomotif ini terdapat di :
  • Dipo Lokomotif Jatinegara
  • Dipo Lokomotif Bandung
  • Dipo Lokomotif Cirebon
  • Dipo Lokomotif Semarang Poncol
  • Dipo Lokomotif Yogyakarta
  • Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya
  • Dipo Lokomotif Tanjung Karang (lokomotif disini bernomor CC20331-CC20334,berwarna hijau dan milik PT.TEL)

Lokomotif CC202

Lokomotif CC 202 adalah lokomotif buatan General Motors, Kanada. Lokomotif CC202 adalah lokomotif terberat di Indonesia yaitu 108 ton. Lokomotif ini mempunyai spesifikasi teknik dan karakteristik khusus untuk menarik kereta api barang. Armada lokomotif ini hanya terdapat di Sumatra Selatan untuk melayani kereta api pengangkut batu bara. Lokomotif ini berjumlah 39 buah dan berada di Dipo Lokomotif Tanjung Karang (Dipo Induk TNK). Pada bulan April, dipo ini kedatangan 9 buah lokomotif CC202, dan total menjadi 48 buah.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 2250 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Co' Co'. Artinya, lokomotif ini memiliki dua bogie dimana setiap bogienya memiliki tiga poros penggerak..

Lokomotif BB204

Lokomotif BB 204 merupakan satu-satunya lokomotif di Indonesia buatan Eropa, yaitu SLM yang khusus dioperasikan pada jalan rel bergigi. Lokomotif ini sudah ada di Indonesia sejak 1981.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1230 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Bo' 2 Bo', artinya dua bogie dengan dua gandar penggerak dan satu bogie idle dua gandar.
Lokomotif ini terdapat di Divisi Regional II Sumatra Barat yang relnya bergigi.

Profil Lokomotif BB204

  • Panjang body : 12600 mm
  • Lebar body : 2800 mm
  • Berat kosong : 52,8 ton
  • Daya mesin : 1230 HP
  • Jumlah motor traksi : 4 buah
  • Kecepatan maksimum : 60 km/jam

Lokomotif BB203

Lokomotif BB 203 buatan General Electric adalah lokomotif diesel elektrik tipe keempat (U18B) dengan transmisi daya DC - DC yang mulai beroperasi sejak tahun 1978.
Bentuk, ukuran, dan komponen utama lokomotif ini sama seperti lokomotif CC201, yang membedakan adalah susunan gandarnya. Jika lokomotif CC201 bergandar Co'-Co' dimana setiap bogienya memiliki tiga gandar penggerak, lokomotif BB203 bergandar (A1A)(A1A), dimana setiap bogienya juga memiliki tiga gandar, tetapi hanya dua gandar dalam setiap bogienya yang digunakan sebagai gandar penggerak.
Jika lokomotif CC201 memiliki enam motor traksi, lokomotif BB203 hanya memiliki empat motor traksi.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Kertapati dan berjumlah enam buah,bernomor BB20302,BB20303,BB20305,BB20306,BB20308,BB20310,lokomotif ini pernah beroperasi di Jawa tetapi sejak tahun 1989 semua lokomotif BB 203 di Jawa satu per satu mulai diubah menjadi CC201.
Berkut ini daftar lokomotif BB 203 yang diubah menjadi CC 201:

  • Periode 1989-1990
  1. BB20343 - CC20173R
  2. BB20349 - CC20174R
  3. BB20350 - CC20175R
  4. BB20344 - CC20176R
  5. BB20353 - CC20177R
  6. BB20354 - CC20178R
  7. BB20357 - CC20179R
  8. BB20356 - CC20180R (sekarang jadi CC 20180 setelah tabrakan di stasiun Kapas)
  9. BB20347 - CC20181R
  10. BB20358 - CC20182R
  11. BB20351 - CC20183R
  12. BB20355 - CC20184R
  13. BB20359 - CC20185R
  14. BB20342 - CC20186R (salah satu CC 201 dengan kabin masinis wide cab dan bentuknya menyerupai CC 203)
  15. BB20346 - CC20187R
  16. BB20348 - CC20188R
  17. BB20345 - CC20189R
  18. BB20352 - CC20190R
  • Periode 1993
  1. BB20337 - CC201111R (salah satu CC 201 dengan kabin masinis wide cab dan bentuknya menyerupai CC 203)
  2. BB20341 - CC201112R
  • Periode 1998-1999
  1. BB20321 - CC201126R
  2. BB20327 - CC201127R
  3. BB20328 - CC201128R
  • Periode 2004
  1. BB20320 - CC201138R
  2. BB20325 - CC201139R
  3. BB20322 - CC201140R
  4. BB20326 - CC201141R

Profil Lokomotif BB203

  • Dimensi
  1. Lebar sepur (track gauge): 1067 mm
  2. Panjang body: 14134 mm
  3. Jarak antara alat perangkai: 15214 mm
  4. Lebar badan (body): 2642 mm
  5. Tinggi maksimum: 3636 mm
  6. Jarak gandar: -
  7. Jarak antar pivot: 7680 mm
  8. Diameter roda penggerak: 914 mm
  9. Diameter roda idle: -
  10. Tinggi alat perangkai: 770 mm
  • Berat
  1. Berat kosong: 76 ton
  2. Berat siap: 81 ton
  3. Berat adhesi: 56 ton
  • Motor Diesel
  1. Tipe: GE-7FDL8
  2. Jenis: 4 langkah, turbocharger
  3. Daya Mesin: 1500 HP
  4. Daya ke generator/converter: 1380 HP
  • Motor Traksi/Converter
  1. Jumlah motor traksi: 4
  2. Tipe motor: GM D-29, arus searah
  3. Gear ratio: 93 : 18
  • Kinerja
  1. Kecepatan maksimum: 90 km/jam
  2. Gaya tarik maksimum (adhesi): 16464 kgf
  3. Kecepatan minimum kontinu: -
  4. Jari-jari lengkung terkecil: 56.7 m
  • Kapasitas
  1. Bahan bakar: 3028 liter
  2. Minyak pelumas: 984 liter
  3. Air pendingin: 682 liter
  4. Pasir: 510 liter
  • Lain-lain
  1. Sistem rem: Udara tekan, dinamik, parkir
  2. Tipe kompresor: Gardner Denver WBO

Lokomotif BB202

Lokomotif BB 202 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe ketiga dengan transmisi daya DC - DC yang mulai beroperasi sejak tahun 70-an. Lokomotif ini berebeda dengan lokomotif BB200 dan BB201 ataupu lokomotif diesel elektrik lain, lokomotif yang mempunyai satu kabin masinis ini tidak memiliki hidung (nose)
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1100 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A)(A1A). Susunan gandarnya serupa dengan lokomotif BB200 ataupun BB201.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Kertapati untuk dinasan kereta penumpang dan kereta barang.

Profil Lokomotif BB202

Bb202.JPG
  • Panjang body : 11582 mm
  • Lebar body : 2965 mm
  • Berat kosong : 62 ton
  • Daya mesin : 1100 HP
  • Jumlah motor traksi : 4 buah
  • Kecepatan maksimum : 100 km/jam

Lokomotif BB201

Lokomotif BB 201 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe kedua dengan transmisi daya DC - DC yang sudah dioperasikan sejak tahun 1964.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1425 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A)(A1A). Susunan gandarnya sama seperti lokomotif BB200.
Sampai akhir 2007, lokomotif BB201 yang masih beroperasi tinggal dua buah, yaitu BB20103 dan BB20110 yang dialokasikan di dipo lokomotif Purwokerto.

Profil Lokomotif BB201

  • Panjang body : 13106 mm
  • Lebar body : 2819 mm
  • Berat kosong : 74 ton
  • Daya mesin : 1425 HP
  • Jumlah motor traksi : 4 buah
  • Kecepatan maksimum : 120 km/jam

Lokomotif BB200

Lokomotif BB 200 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe pertama dengan transmisi daya DC - DC yang sudah digunakan di Jawa sejak tahun 1957.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 950 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A)(A1A). Hal ini dibuat agar tekanan gandarnya rendah, karena berat lokomotif ini sebesar 75 ton.
Lokomotif ini terdapat di beberapa dipo lokomotif, antara lain :
  • Dipo Lokomotif Semarang Poncol
  • Dipo Lokomotif Kertapati
  • Dipo Lokomotif Tanjung Karang

Profil :

  • Panjang body : 13106 mm
  • Lebar body : 2794 mm
  • Berat kosong : 70 ton
  • Daya mesin : 950 HP
  • Jumlah motor traksi : 4 buah
  • Kecepatan maksimum : 110 km/jam

Lokomotif CC20145


Sudah banyak cerita yang beredar di sekitar CC201, maklum saja karena selain jumlahnya yang banyak, juga hampir setiap masinis di Indonesia pernah bertugas di dalamnya. Tapi tidak ada cerita yang sepopuler kisah tentang CC20145. Konon, menurut para masinis dan teknisi, inilah lokomotif paling misterius di antara keluarga CC201. Banyak kejadian aneh dan membingungkan yang berkembang di sekitar lokomotif ini.
Sejak pertama kali dibeli CC20145 sudah sering dicap sebagai loko yang sangat bermasalah. Maksudnya adalah, walaupun hasil tes menunjukkan tidak ada problem pada CC20145, namun sering mengalami kecelakaan atau kerusakan saat dioperasikan tanpa bisa dijelaskan. CC20145 semula ditugaskan untuk menarik rangkaian ke arah timur. Saat menarik Bima tiba-tiba mengalami tabrakan. Setelah diperbaiki, kembali bertugas menarik rangkaian Bima, tapi kembali lagi mengalami tabrakan. Diperbaiki kembali di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta, dan setelah selesai jabatannya diturunkan untuk menarik rangkaian kelas bisnis saja yaitu Jayabaya. Tetapi seperti bisa diduga CC20145 kembali lagi tabrakan. Frekuensi tabrakan sesama kereta atau kendaraan bermotor yang dialami CC20145 rupanya cukup sering, belum lagi kejadian aneh yang dialami para teknisi yang memperbaiki lok ini pasca tabrakan.
Sesuai prosedur, setelah diperbaiki di Balai Yasa Pengok, CC20145 diuji statis untuk memeriksa kelengkapannya. Setelah semuanya beres, loko diuji dinamis di jalur tes di depan komplek Balai Yasa. Saat dipacu dengan kecepatan tinggi, mendadak rem gagal berfungsi, sehingga loko melaju terus dan menghantam dinding beton pembatas jalur tes. Sekali lagi CC20145 mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.
Merasa kebingungan dengan CC20145, teknisi Balai Yasa yaitu Panut dan Suroso merasa perlu untuk memanggil tenaga ahli GE langsung dari Amerika. Saat sedang memeriksa CC20145, tenaga ahli GE itu bercerita bahwa saat proses pembuatan loko yang satu ini memang sudah bermasalah karena banyak sekali terjadi kecelakaan kerja. Akhirnya diputuskan selain diperbaiki secara material, CC20145 juga diperbaiki secara spiritual. Sesuai adat orang Jawa, para teknisi Balai Yasa Pengok sepakat meruwat (ritual membuang sial) loko ini. Caranya dengan mengadakan selamatan dan memasang sepasang tapal kuda bekas di kedua ujung bemper CC20145. Kemudian memberikan beberapa gram emas dan menyepuh bagian samping bawah lok dengan lapisan krom sehingga terlihat mengkilat.
Anehnya setelah ritual ini CC20145 tidak pernah mengalami kecelakaan lagi. Ruwatan yang dilakukan oleh teknisi Balai Yasa berhasil menghilangkan nasib sial loko ini. Sekarang CC20145 ditempatkan di dipo lokomotif Yogyakarta, dan dengan mudah dikenali lewat ciri khasnya sebagai loko dengan sisi yang dilapisi besi mengkilat, dan di bagian depannya di bawah hidungnya, terdapat semacam lubang untuk double traksi.

Masalah Umum KRL


KRL Ekonomi adalah salah satu kereta paling sibuk di Indonesia, dengan jadwal komuter yang biasa dipenuhi oleh penumpang karena tarifnya lebih murah dibanding KRL kelas Ekspres / Eksekutif (lihat gambar sebelah kiri). Penumpang bergelantungan di pintu gerbong, di sambungan antar gerbong, dan di atas gerbong yang tentu membahayakan nyawa mereka, demi untuk terhindar dari petugas pengecek karcis. Tidak jarang penumpang KRL Ekonomi tewas karena melakukan hal-hal tersebut. Selain itu, di KRL Ekonomi juga banyak sekali pencopet dan pedagang asongan yang menggangu.
Sementara, masalah lainnya adalah kurangnya perawatan terhadap unit kereta. Fasilitas penunjang seperti palang pintu perlintasan pun kadang sudah rusak, sehingga tidak bisa menutup. Kurangnya disiplin para pengendara kendaraan bermotor mengakibatkan banyak mobil atau motor pribadi ditabrak oleh kereta. Kelalaian petugas atau masinis juga kadang membahayakan kereta dan juga pengendara kendaraan bermotor. Contohnya lupa menutup palang perlintasan kereta, ataupun pelanggaran sinyal, yang mengakibatkan banyak kecelakaan kereta; contohnya peristiwa Bintaro 1987.
Fasilitas stasiun seperti tempat duduk, penerangan, dan keamanan sangat tidak memadai. Pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari, banyak penumpang yang berdiri. Selain itu, stasiun juga sering dipenuhi oleh warga tuna wisma yang memanfaatkan stasiun sebagai tempat tinggal mereka. Banyaknya stasiun yang tidak berpagar serta tidak adanya petugas yang memeriksa penumpang di pintu masuk/keluar stasiun, mengakibatkan banyaknya penumpang KRL yang tidak membeli 

Rute KRL Jabodetabek


Rute Pusat / Lingkar Kota

Jalur ini melingkari pusat kota (downtown) Jakarta yang menghubungkan ManggaraiSudirmanTanahabangDuriKampung BandanKemayoranPasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai.
KRL yang melayani jalur ini:
  • KRL Ekonomi AC Ciliwung beroperasi sejak 30 November 2007 yang berhenti di setiap stasiun. Pada tahap awal dijalankan untuk jalur lingkar kanan (searah jarum jam) dari Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, hingga kembali ke Manggarai. Jalur ini dilayani oleh KRLI buatan PT INKA yang dahulu digunakan untuk rute Bogor dan Bekasi.
Harga karcis untuk satu putaran ataupun satu stasiun (tarif rata) adalah Rp 3.500.


Rute Selatan

Jalur ini menghubungkan stasiun Jakarta Kota/Tanah Abang ke stasiun Depok hingga Stasiun Bogor, dan melewati beberapa stasiun seperti Juanda, Gambir, Manggarai, Pasar MingguCitayam, dan Bojong Gede.
Beberapa KRL yang melayani jalur ini:
  • KRL Ekonomi Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor yang berhenti di setiap stasiun kecuali stasiun Gambir.
Harga karcis untuk jarak terjauh (Bogor-Jakarta Kota) sebesar Rp 2.000 dan KTB (Kartu Trayek Berlangganan) Rp 60.000, sedangkan tarif Depok-Jakarta Kota hanya sebesar Rp 1.500
  • KRL Pakuan Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Depok (tidak setiap rangkaian), Bojong Gede, dan Bogor.
Harga karcis adalah Rp 11.000 dan KTB Rp 450.000
  • KRL Depok Ekspres Jakarta Kota-Depok yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Depok Baru (tidak setiap rangkaian), dan berakhir di stasiun Depok.
Harga karcis adalah Rp 9.000
  • KRL Ekonomi AC relasi Bogor-Jakarta Kota/Tanah Abang yang berhenti di setiap stasiun kecuali di stasiun Gambir (berjalan langsung).
Harga karcis adalah Rp 5.500 dan KTB Rp 185.000


Rute Timur

Jalur ini menghubungkan stasiun Jakarta Kota/Tanahabang/Tanjung Priok ke Stasiun Bekasi hingga Cikarang, dan melewati beberapa stasiun seperti Kemayoran, Pasar Senen, Jatinegara, KlenderCakungKranji,Tambun, dan Cibitung.
Beberapa KRL yang melayani jalur ini:
  • KRL Ekonomi Jakarta Kota-Bekasi yang berhenti di setiap stasiun, dengan jurusan:


    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Pasar Senen
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Juanda
    • Jakarta Kota-Bekasi lewat Tanah Abang
Harga karcis untuk jarak terjauh (Jakarta Kota-Bekasi) adalah Rp 1.500 dan abodemen Rp 45.000, sedangkan tarif Jakarta Kota-Klender Baru hanya sebesar Rp 1.000
  • KRL Ekonomi Jakarta Kota/Tanjung Priok-Cikarang yang berhenti di setiap stasiun.
Harga karcis untuk jarak terjauh (Jakarta Kota-Cikarang) adalah Rp 2.000 dan abodemen Rp 45.000
  • KRL Ekonomi AC Jakarta Kota/Tanjung Priok-Bekasi yang berhenti di setiap stasiun.
Harga karcis adalah Rp 4.500
  • KRL Bekasi Ekspres Jakarta Kota/Tanah Abang-Bekasi, dengan jurusan:


    • Jakarta Kota-Bekasi, yang berhenti di stasiun Juanda, Gambir, Gondangdia, Klender Baru, Cakung (tidak setiap rangkaian), Kranji, dan Bekasi.
    • Tanah Abang-Bekasi, yang berhenti di stasiun Sudirman, Klender Baru, Kranji dan Bekasi.
Harga karcis adalah Rp 9.000


Rute Barat Daya

Jalur ini menghubungkan stasiun Tanah Abang/Manggarai/Jakarta Kota ke stasiun Serpong, dan melewati beberapa stasiun seperti Sudirman, PalmerahKebayoranPondokranjiSudimara, dan Rawabuntu.
Diperkirakan pada 2012, layanan KRL akan diperpanjang secara resmi sampai dengan stasiun Parungpanjang. Selama ini, hanya KRL Ekonomi AC Ciujung pada siang hari yang perjalanannya diperpanjang sampai stasiun Parungpanjang.
Beberapa KRL yang melayani jalur ini:
  • KRL Ekonomi Serpong-Tanah Abang yang berhenti di setiap stasiun.
  • KRL Sudirman Ekspres Manggarai-Serpong yang berhenti di beberapa stasiun seperti stasiun Sudirman, Palmerah (tidak setiap rangkaian), Pondok Ranji, Sudimara, dan Serpong.
Harga karcis sebesar Rp 8.000 (2007)
  • KRL Ekonomi AC (Ciujung) Tanah Abang-Serpong yang berhenti di setiap stasiun.
Harga karcis sebesar Rp 4.500
Selain itu, jalur ini juga dilayani oleh KA ekonomi langsam dan KA patas dengan tujuan Jakarta Kota/Tanah Abang - Rangkasbitung.


Rute Barat

Beberapa KRL yang melayani jalur ini:
  • KRL Ekonomi Jakarta Kota-Tangerang yang berhenti di setiap stasiun.
  • KRL Benteng Ekspres Jakarta Kota/Manggarai-Tangerang yang berhenti di beberapa stasiun seperti Kampung Bandan, Duri, Dukuh Atas, dan Poris.

KRLI (INKA)


KRLI dibuat tahun 2000, sebagai hasil produk PT Inka yang merupakan pabrik kereta api nasional. Dengan alasan biaya pengadaan yang terlalu tinggi dan sering bermasalah, tidak banyak KRLI yang digunakan. Pada masa pendesain, KRL ini disebut sebagai KRL Prajayana. KRLI yang digunakan oleh PTKA pada awalnya terdiri dari 2 rangkaian, masing-masing dengan empat gerbong. Namun, KRLI generasi pertama (yang menggunakan warna oranye) dikembalikan lagi ke INKA oleh PTKA akibat sering mogok dan bermasalah. Kini, KRLI yang digunakan adalah KRL dengan warna hijau-ungu dan biru.

KRL eks Tokyo Metro seri 5000 dan Tōyō Rapid seri 1000

Selain KRL eks Tokyu dan Toei, juga ada KRL lain yang didatangkan dari Jepang, yaitu:
  • KRL eks Tōyō Rapid seri 1000 (1091F, 1081F, 1061F) masing-masing dengan sepuluh gerbong, namun hanya dioperasikan dengan delapan gerbong akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.
Rincian:
  1. 1061F: 1061-1062-1063-1064-1065-1066-1069-1060 (1066 dan 1069 bertukar tempat dengan 1067 dan 1068, warna hijau-kuning)
  2. 1081F: 1081-1082-1083-1084-1085-1086-1089-1080 (1086 dan 1089 bertukar tempat dengan 1087 dan 1088, warna bawaan Jepang)
  3. 1091F: 1091-1092-1093-1094-1095-1096-1099-1090 (1096 dan 1099 bertukar tempat dengan 1097 dan 1098, warna bawaan Jepang)
  • KRL eks Tōkyō Metro seri 5000 (5809F/59F, 5816F/66F, 5817F/67F) masing-masing dengan sepuluh gerbong, namun hanya dioperasikan dengan delapan gerbong akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.
Rincian:
  1. 59F/5809F: 5809-5312-5631-5314-5607-5215-5326-5009 (5215 dan 5326 bertukar tempat dengan 5675 dan 5313, warna hijau-kuning)
  2. 66F/5816F: 5816-5245-5630-5363-5688-5905-5247-5016 (5905 dan 5247 bertukar tempat dengan 5346 dan 5631, warna biru-kuning)
  3. 67F/5817F: 5817-5246-5632-5359-5127-5927-5251-5017 (5927 dan 5251 bertukar tempat dengan 5650 dan 5234, warna hijau-kuning)

KRL eks JR East seri 103

KRL eks East Japan Railway Company seri 103 didatangkan pada 2004. KRL seri 103 ini adalah salah satu rangkaian yang mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan rangkaian lain yang memiliki 8 kereta.
KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok, dan dioperasikan untuk layanan Ekonomi AC Depok dengan formasi 2 set (2 rangkaian x 4 kereta).
Unit yang masuk ke Indonesia sebanyak 4 set, masing-masing dengan 4 gerbong. Rincian:
  • 103-815F (103-815,103-752,102-2009,103-822)
  • 103-105F (103-105,102-231,103-246,103-359)
  • 103-597F (103-597,103-654,102-810,103-632)
  • 103-153F (103-153,102-321,103-210,103-384)
Tergantung daripada PTKA, susunan rangkaian dapat saja berbeda.

KRL eks Tōkyū Corporation

KRL eks Tōkyū Corporation mulai meramaikan armada komuter Jabodetabek sejak masuknya rangkaian seri 8000 dan 8500. KRL ini diimpor dari Jepang dengan harga sekitar 800 juta per unit, atau sekitar 6,5 miliar per rangkaian dengan 8 kereta. Berkat perawatan yang baik, KRL Tōkyū selama ini jarang bermasalah dan dapat dioperasikan sampai sepuluh tahun mendatang di Jabodetabek.
Rincian Stanformasi:
  1. 8003F: 8003-8202-8104-8263-8142-8213-8103-8004 (warna hijau-kuning)
  2. 8007F: 8007-8245-8107-8260-8137-8204-8108-8008 (warna hijau-kuning)
  3. 8039F: 8039-8248-8158-8218-8164-8249-8159-8040 (warna biru-biru muda lebar)
  1. 8604F: 8604-8704-8904-8825-8719-8909-8804-8504 dengan warna hijau-kuning
  2. 8607F: 8607-8707-8948-8828-8743-8924-8807-8507 dengan warna biru-biru muda
  3. 8608F: 8608-8708-8949-8829-8744-8925-8808-8508 dengan warna hijau-kuning
  4. 8610F: 8610-8710-8951-0815-0715-8927-8810-8510 dengan warna biru-kuning
  5. 8611F: 8611-8711-8911-8832-8735-8928-8811-8511 dengan warna hijau-kuning
  6. 8612F: 8612-8712-8912-0817-0717-8929-8812-8512 dengan warna hijau-kuning
  7. 8613F: 8613-8713-8913-0800-8796-8930-8813-8513 dengan warna merah-kuning (dikenal sebagai KRL "Jalita")
  8. 8618F: 8618-8724-8935-8855-8753-8954-0811-8518 dengan warna hijau-kuning

KRL eks Tōei seri 6000

KRL ini adalah KRL yang diimpor dari perusahaan KA milik Biro Transportasi Pemerintah Daerah Tokyo (Tōei), dalam rangka kerjasama strategis Indonesia-Jepang saat itu. Meramaikan jalur Jabotabek mulai tahun 2000, dioperasikan di sebagian besar rute untuk layanan ekspres dengan tambahan pendingin udara (AC). Karena asalnya, KRL ini sering disebut sebagai KRL hibah.
Pada mulanya, didatangkan 72 unit kereta dari Jepang dengan masing-masing rangkaian terdiri dari 8 kereta. Namun, pada akhirnya hanya sebanyak 3 rangkaianlah yang memiliki 8 kereta (set 6121F, 6161F, 6171F), sedangkan sisanya dijadikan enam kereta per rangkaiannya.
Sebagian rangkaian 6 kereta menggunakan kabin modifikasi, yang dibuat oleh Balai Yasa Manggarai.

KRL ABB Hyundai (Korea Selatan - Indonesia)



KRL ini dibuat atas kerjasama antara PT INKA dan Hyundai,dirakit di PT INKA pada tahun 1985-1992 dibuat sebanyak 8 gerbong (2 set) berteknologi VVVF dan disebut-sebut merupakan prototype kereta maglev yang dikembangkan Hyundai untuk jalur Seoul-Pusan. Saat ini KRL ABB Hyundai telah dikonversi menjadi KRDE dan beroperasi di jalur Surabaya-Mojokerto (Arek Surokerto).

KRL Hitachi (Jepang - Indonesia)


KRL ini dibuat pada tahun 1997 di PT INKA bekerjasama dengan Hitachi, dibuat sebanyak 64 unit (8 set) berteknologi VVVF. Kereta ini memiliki ciri yang khas yaitu ketika mulai bergerak sangat halus dan tidak menyentak.[4] Jenis KRL ini adalah yang digunakan untuk Pakuan Ekspres kelas bisnis sampai akhirnya turun tingkat ketika era Tōei seri 6000 datang dari Jepang.

KRL Ekonomi Rheostat (seri KL3)



Sebagian besar rangkaian yang digunakan adalah buatan Jepang dari tahun 1976 sampai tahun 1987 dengan teknologi rheostat. Umumnya, KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi dan Kawasaki dari Jepang, untuk melayani kelas KRL Ekonomi[2]. Untuk KRL rheostat buatan pabrik Nippon Sharyo tahun 1987 (lihat gambar tiga KRL,paling kanan), rangkaian ini dulunya melayani rangkaian Pakuan Ekspres tahun 90-an. Setelah KRL Hibah (Tōei seri 6000) datang, KRL ini mulai terlupakan dan dijadikan rangkaian KRL Ekonomi. Khusus untuk KRL Rheostat yang datang pada tahun 1986-1987, bodinya sudah stainless steel dan merupakan KRL AC pertama di Indonesia. Untuk KRL buatan Nippon Sharyo tahun 1976[3], kereta ini sudah dicat ulang beberapa kali dari warna lamanya. Semula berwarna merah polos dengan 'wajah' kuning terang, kemudian putih-hijau (lihat gambar tiga KRL, paling kiri), dan kini kuning kecoklatan. Kedua KRL ini mulanya seperti KRL Ekonomi AC atau Ekspres, yakni pintunya dapat tertutup secara otomatis, dan cukup nyaman. Namun, seiring berjalannya waktu kedua KRL ini menurun kondisinya menjadi seperti sekarang ini.
Mulai 2010, KRL ini menggunakan skema warna putih dengan garis oranye di tengah. Pada 2009, juga telah dioperasikan KRL dengan modifikasi kabin, yang bernama "Djoko Lelono"

KRL Ekonomi Holec


KRL Holec adalah unit KRL ekonomi termuda yang masih digunakan[1] (meski tidak sebanyak dulu). KRL ini dibuat oleh Belanda dan melayani rute Ekonomi. Dari seluruh rangkaian ekonomi yang ada, KRL Holec tergolong paling sulit dirawat. Selain karena masalah suku cadang yang susah dicari (pabriknya sendiri sudah lama tutup), KRL ini pun juga sering mengalami mogok karena kelebihan beban. Sehingga banyak KRL eks Holec yang rusak, dijadikan KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang dioperasikan di beberapa kota di luar Jakarta. "Rekondisi" KRL Holec adalah KRDE yang dioperasikan di rute Yogyakarta-Solo (Prameks), dan Padalarang-Cicalengka (Baraya Geulis).
abcs